Disini aku gak akan menuliskan atau mencerita pengalaman puasa media sosial karna nanti akan digabung langsung untuk harikelima,keenam dan ketujuh.alasannya kegiatan aku masih sama aja seperti hari-hari sebelumnya.
ditulisan kemaren aku pernah bilang ingin menceritakan kenapa aku gak suka berurusan sama politik, sebenarnya sih aku mau nulis cerita ini setelah selesai puasa medsos tapi aku pikir kelamaan karna udah banyak ingin diceritakan.
Aku bukan tidak suka politik tapi yang aku tidak suka orang berpolitik sekarang. aku pernah belajar tentang ilmu politik sewaktu masih kuliah di Ilmu Pemerintahan, ya walaupun sekarang ilmu nya sudah lupa dan yang paling diingat sih trias politica. menurut aku politik sih penting untuk dipelajari alasannya karna kita hidup bernegara dan bermasyarakat tetapi terkadang orang yang mau berpolitik bersikap berlebihan. aku pernah mendengar seseorang mengatakan " politik penentu utama apakah kita hidup nyaman atau mengenaskan" dan kata-kata ini lah salah satu alasan mengapa politik itu kejam.
Aku memang masih kurang tau tentang ilmu politik dan juga jarang membaca buku-buku politik.tetapi aku memiliki keresahan kepada orang-orang yang berpolitik. kenapa? orang-orang politik sekarang terlalu fanatik membanggakan pilihan politik nya semisal membanggakan pilihan presiden atau yang lainnya. selalu menjelekan musuh politiknya. banyak banget yang kayak gitu disekitaran lingkunganku. mau berpolitik tapi tidak mau menerima atau mengakui kejelekan.
Aku mau cerita tentang pemilu tahun lalu, kan aku pulang kampung buat nyoblos. aku kira dikampung sama kayak dikota diam-diam kalo pemilu gak ada heboh. pas aku dikampung behhh heboh kali. ada waktu hari pemilihan pagi-pagi gitu ada yang teriak-teriak nama calon presiden. aku bingung orang-orang ini ngerti asas-asas pemilu atau gak, ya aku tau disekitaran rumah hampir sama semua pilihan nya tapi gak teriak-teriak gitu. katanya ngerti politik tapi buta tentang Asas-asas pemilu "luber".ya walaupun aku juga gak bisa jaga rahasia tentang pilihan tapi jangan sampai terlalu frontal gitu, ya aku tau kalian tim pemenang atau tim sukses calon, masak nanti tim pemenang tapi kalah, tim sukses tapi gagal kan kocak. aku nulis ini bukan mau sok pintar atau sok komen orang-orang politik tapi aku cuma resah aja.
kalau ada yang tanya sejak kapan aku tidak suka berurusan sama politik? padahalkan sewaktu sebelum ke jogja aku masih ikut-ikutan di politik? sebenarnya aku tidak suka setelah aku mendengar orang-orang yang selalu menjelekan lawan pilihan nya. setelah itu aku ke jogja dan aku bertemu dengan orang-orang yang sama seperti akau yang resah dengan politik sekarang. dan ada juga yang mengatakan"Kenapa orang yang kuliah ilmu politik jarang terjun ke politik praktis? karena mereka sudah tau seluk beluk sistemnya jadi mereka mengecilkan hati duluan untuk masuk ke politik praktis,kebanyakan mereka jadi dosen atau pengamat politik".
Ya kalo boleh jujur sih sebelum aku meresakan keresahan tentang ini. aku juga pernah ikut dalam politik negatif terutama sewaktu pemilu. dimana aku mengikuti orang yang care sama aku sebelum pemilu dan setelah pemilu aku hanya dianggap orang biasa aja. itu kejadian kok sama orang lain juga.
yang lebih parah sih aku pernah dengar cerita korban politik dimana dia memilih calon yang berbeda dari atasan dan akhir nya calon yang dia pilih kalah dan apa yang terjadi dia pun pecat, diganti dengan orang yang calon pilihan nya menang.
"Pilihan kalian menang kalian diangkat"
"Pilhan kalian kalah kalian di tendang"
Katanya negara demokrasi tapi kenapa orang yang berbeda pilihan harus dibenci. kenapa tidak bisa menerima kalau pilihan yang dipilih kalah,kenapa harus menjatuhkan lawan yang sudah menang dengan mengkritik visi-misinya,terus buat orang yang pilihannya menang kenapa membela seolah yang dipilih itu sudah benar. kenapa selalu berkoar-koar disosial media kalau pilihan kalian itu benar atau lawan kalian itu salah. politik bukan tentang benar atau salah tapi tentang menang atau kalah.
Aku juga pernah diajak jadi tim sukses oleh bapakku terus disuruh jadi tukang hitung suara pemilu tapi aku nolak sampai aku kesal sama bapak aku itu. aku pernah bilang ke dia kalau urusan politik jangan ajak aku, fyi bapak aku itu salah satu tim sukses, you know lah gimana kerja tim sukses. tiap hari orang-orang datang kerumah sampai bapak aku ribut sama mama aku.
Semua orang yang pernah nerima moneypolitic , dan aku salah satunya dan mungkin sampai kapanpun mungkin aku akan nerima itu hehe, aku tahu itu salah sih tapi tidak munafik juga kalo kita butuh uang. begitu juga dikampung aku moneypolitic nya sangat terbuka tidak ada yang diam-diam. kalau kita ketemu teman pas malam pemilu itu pasti nanyain "kau dapat berapa?" "cariin dong siraman lain". mungkin aku akan ceritakan gimana politik dikampung aku di next tulisan, karna ini sudah terlalu panjang takut nya pada gak ngerti soalnya aku kalo cerita suka muter-muter :).
"Politik mengeser seseorang karna pilihan"

Komentar
Posting Komentar