Langsung ke konten utama

Bahas Film Favorit: Sokola Rimba(2013)



Assalamaualaikum Wr.Wb

    Film terbaik yang mengatasnamakan pendidikan dan kemanusiaan. Film yang sudah meraih banyak penghargaan piala maya,IMA dan FFI dan di tayangkan di luar negeri. Inilah Film "Sokola Rimba", menceritakan kesungguhan suku anak dalam(SAD) untuk belajar membaca agar mempertahankan daerah mereka.
    
    Film yang di produseri Mira lesmana dan disutradarai Riri Riza ini mengadaptasi buku "Sokola Rimba" Karya Butet Manurung yang menjadi salah satu karakter utama difilm ini. Film Sokola Rimba berlokasi di Merangin bangko di Taman Nasional Bukit 12 Jambi. 

    Cerita Sokola Rimba dimulai seorang perempuan yang bernama Butet Manurung(Prisia Nasution) yang bekerja di Kantor Lembaga Konservasi Taman Nasional Bukit 12 Jambi. Disana ia mengajari Nengkabau,Beindah dan Anak Rimba lainnya membaca dan menghitung. Nyungsang Bungo salah satu anak rimba bagian hilir diam-diam melihat butet yang sedang mengajari anak rimba bagian hulu membaca. dengan membawa Surat perjanjian pengeksploitasian yang merugikan di tanah mereka. Bungo datang dengan alasan ingin belajar membaca agar mengetahui isi surat perjanjian tersebut. Butet yang melihat bungo kejauhan langsung berpikir ingin mengunjungi sungai makekal bagian ilir. 

    Ditengah usaha butet untuk mengajari anak rimba membaca dan menghitung banyak rintangan yang dialaminya. dari orang rimba yang mempercayai bila ilmu pengetahuan bisa membawa petaka sampai Atasan butet yang bernama Bahar(Rukman Rosadi) yang berkeinginan berbeda dari butet.

    Polemik yang dihadapi butet tidak menyurutkan usahanya untuk mengajari Bungo dan anak rimba yang lainnya membaca. tetapi petaka ilmu pengetahuan itu pun terjadi membuat butet dan anak rimba harus berpisah.

    Dari segi penceritaaan yang sederhana tidak terlalu ribet tetapi kadangkala jumpy. film ini mampu membuat penonton merasakan situasi di film tersebut. Konflik-konflik dari film ini sangat menggambarkan bagaimana kehidupan orang rimba pada waktu itu. Karna film ini mengambil situasi pasca reformasi. Film yang pintar menyuntikan kesadaran kita pentingnya pendidikan.

    Yang unik dari film ini melibatkan suku anak dalam atau orang rimba itu sendiri. ya walaupun baru pertama kali tetapi akting nya boleh dibilang lumayan ,apalagi 2 anak SAD yang menggambar keluguan dan keseriusan dalam belajar membaca dan menghitung. Dari babak pertama hingga ketiga film kita disuguhi pemandangan hutang yang orisinil dan sinematografi boleh dibilang lumayan walaupun ada sedikit yang bikin pusing ketika move kamera. Ditengah film Riri Riza juga menyelipkan animasi yang membuat plus dari film ini.

    Tapi sayangnya film ini kurang peminat walaupun dengan prestasi yang ada. Ditempat lokasi syuting nya di jambi aja bisa jadi ada yang gak tau tentang film Sokola Rimba. Film yang menyentil Pemerintah agar menyetarakan pendidikan dan perlindungan alam. 

       "Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positid bagi dirinya dan sesamanya"-Butet Namurung
    


    

    
    
    
    

    

    

Komentar

  1. Kaha nya seru nh patut ditonton


    Kunjungi balik dan jangan lupa tinggalin komentar,


    https://aisurunihongo.blogspot.com/2019/10/hyakumonogatari-kaidankai-100-cerita.html?m=1

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman : Hari Pertama Menjauh dari Instagram Dan Facebook

Assalamualaikum Wr.Wb.      Perkenalkan Nama saya Muhammad Ilham Akbar saya mahasiswa di salah satu kampus di yogyakarta. disini saya ingin menceritakan bagaimana saya belajar untuk tidak menggunakan Instagram & facebook. saya sudah menonaktifkan Instagram sementera dan menonaktifkan Facebook selamanya.      Alasan Saya ingin berpuasa media sosial terutama Instagram dan facebook karna saya merasa selama bermain media sosial tersebut saya selalu insecure terhadap diri saya sendiri. saya selalu iri melihat pencapaian orang lain yang di upload di media sosial. apalagi setelah mengambil keputusan untuk berhenti kuliah di semester 7 dan mengulang kembali kuliah di yogyakarta. Instagram dan Facebook banyak menghabiskan waktu kita yang kosong. padahal di media sosial tersebuk kita hanya kepo terhadap oranglain dan mendapatkan informasi yang belum tentu benarnya apalagi dibidang politik. dan itu salah satu alasan saya juga belajar untuk jauh dari media sosial i...

Pengalaman : The end & I am Back Social Media

Assalamualaikum Wr.Wb      Hari ini terakhir puasa medsos dan aku disini mau cerita aja pengalamannya, aku juga kemaren gak nulis buat harikelima sama keenam karna ya itu kegiatannya sama aja seperti hari-hari lain its flat.           Kemaren juga aku lagi nulis tentang keengganan aku berurusan sama politik, aku seneng loh baca tulisan aku sendiri tentang politik, mungkin karna puas aja akhir keresahan aku selama ini bisa aku sampaikan. itu aja masih kurang sih, masih banyak lagi ingin aku tulis tapi takut kepanjangan jadi aku pengen cerita di next tulisan aja.            oh iya selama 3 hari kemaren aku masih sibuk cari ide buat tulisan, banyak rencana yang ingin aku tulis tapi masih rencana sih, soal nya aku keseringan rencana tapi gak ada usaha wkwk. ya semoga dewa malas tidak menghampiri diriku.          Aku kemaren juga buat wordpress cuma masih ribet aku pakai perlu belajar, na...

Cerita Pendek : Mawar Jingga

          Malam mencapai puncaknya dengan ditemani segelas kopi hangat, aku dihadapkan dengan setumpuk tulisan yang harus disalin. Tiba-tiba dering gadgetku mengganggu keseriusan. "Hallo di" "Iya Mawar, ada apa?" "Gimana kamu mau ikut gak camping weekend?" "boleh kita bertiga aja kan ama reza" "iya di, besok dikabarin tempatnya" "besok jangan lupa jemput ya jangan telat lagi, Selamat malam adi" "iya iya bawel"     Mawar seorang perempuan yang kuanggap sahabat. Perempuan dengan sejuta kehangatan, penenang untuk aku dan reza. Sejak awal kuliah kami bertiga sudah bersahabat dan sekarang bekerja ditempat yang sama. Mawar seperti namanya, dia menyukai bunga mawar berwarna jingga. Dia selalu meminta aku dan reza untuk memberikan bunga mawar setiap kami berdua datang kerumahnya.          Setiap berangkat kerja aku pasti menjemput mawar. Bersama vespa sebagai saranaku bekerja, aku menunggu mawar didepan rumahnya. "Gitu ...