Film terbaik yang mengatasnamakan pendidikan dan kemanusiaan. Film yang sudah meraih banyak penghargaan piala maya,IMA dan FFI dan di tayangkan di luar negeri. Inilah Film "Sokola Rimba", menceritakan kesungguhan suku anak dalam(SAD) untuk belajar membaca agar mempertahankan daerah mereka.
Film yang di produseri Mira lesmana dan disutradarai Riri Riza ini mengadaptasi buku "Sokola Rimba" Karya Butet Manurung yang menjadi salah satu karakter utama difilm ini. Film Sokola Rimba berlokasi di Merangin bangko di Taman Nasional Bukit 12 Jambi.
Cerita Sokola Rimba dimulai seorang perempuan yang bernama Butet Manurung(Prisia Nasution) yang bekerja di Kantor Lembaga Konservasi Taman Nasional Bukit 12 Jambi. Disana ia mengajari Nengkabau,Beindah dan Anak Rimba lainnya membaca dan menghitung. Nyungsang Bungo salah satu anak rimba bagian hilir diam-diam melihat butet yang sedang mengajari anak rimba bagian hulu membaca. dengan membawa Surat perjanjian pengeksploitasian yang merugikan di tanah mereka. Bungo datang dengan alasan ingin belajar membaca agar mengetahui isi surat perjanjian tersebut. Butet yang melihat bungo kejauhan langsung berpikir ingin mengunjungi sungai makekal bagian ilir.
Ditengah usaha butet untuk mengajari anak rimba membaca dan menghitung banyak rintangan yang dialaminya. dari orang rimba yang mempercayai bila ilmu pengetahuan bisa membawa petaka sampai Atasan butet yang bernama Bahar(Rukman Rosadi) yang berkeinginan berbeda dari butet.
Polemik yang dihadapi butet tidak menyurutkan usahanya untuk mengajari Bungo dan anak rimba yang lainnya membaca. tetapi petaka ilmu pengetahuan itu pun terjadi membuat butet dan anak rimba harus berpisah.
Dari segi penceritaaan yang sederhana tidak terlalu ribet tetapi kadangkala jumpy. film ini mampu membuat penonton merasakan situasi di film tersebut. Konflik-konflik dari film ini sangat menggambarkan bagaimana kehidupan orang rimba pada waktu itu. Karna film ini mengambil situasi pasca reformasi. Film yang pintar menyuntikan kesadaran kita pentingnya pendidikan.
Yang unik dari film ini melibatkan suku anak dalam atau orang rimba itu sendiri. ya walaupun baru pertama kali tetapi akting nya boleh dibilang lumayan ,apalagi 2 anak SAD yang menggambar keluguan dan keseriusan dalam belajar membaca dan menghitung. Dari babak pertama hingga ketiga film kita disuguhi pemandangan hutang yang orisinil dan sinematografi boleh dibilang lumayan walaupun ada sedikit yang bikin pusing ketika move kamera. Ditengah film Riri Riza juga menyelipkan animasi yang membuat plus dari film ini.
Tapi sayangnya film ini kurang peminat walaupun dengan prestasi yang ada. Ditempat lokasi syuting nya di jambi aja bisa jadi ada yang gak tau tentang film Sokola Rimba. Film yang menyentil Pemerintah agar menyetarakan pendidikan dan perlindungan alam.
"Pendidikan bukanlah proses alienasi seseorang dari lingkungannya, atau dari potensi alamiah dan bakat bawaannya, melainkan proses pemberdayaan potensi dasar yang alamiah bawaan untuk menjadi benar-benar aktual secara positid bagi dirinya dan sesamanya"-Butet Namurung

Kaha nya seru nh patut ditonton
BalasHapusKunjungi balik dan jangan lupa tinggalin komentar,
https://aisurunihongo.blogspot.com/2019/10/hyakumonogatari-kaidankai-100-cerita.html?m=1