Assalamualaikum Wr.Wb
Film yang menanmpilkan padang sabana Sumba yang mungkin jarang orang ketahui. Tetapi, dibalik keindahan sabana sumba yang menjadi footage film ini terdapat wanita yang malang yang bernama marlina(Marsha Timothy). Disutradarai oleh Mouly Surya mengadaptasi ide cerita Garin Nugroho. Film ini tayang di tahun 2017 tetapi lebih dulu ditayangkan di luarnegeri dari pada Indonesia. Film ini ditayangkan di 18 negara dan memenangkan banyak kategori di Festival Film Indonesia 2018. Sesuai judulnya film ini memiliki 4 alur cerita inti ; perampokan,perjalanan,pengakuan dosa dan kelahiran. Filim yang banyak menyimpan pesan bermakna
Marlina wanita malang yang kehilangan suami dan anaknya. Babak 1 dimulai dimana datang beberapa orang perampok yang ingin mengambil haknya. Dia diminta untuk menuruti kemauan perampok tersebut. Dari mengambil harta, melayani nafsu dan meminta menyediakan makanan. dengan racun yang telah diracik secara diam-diam marlina membunuh sebagian orang dari perampok. tetapi ketika ingin memberikan sup yang sudah diracun kepada markus(Egy Fedly) pemimpin perampok yang sedang tidur dikamar marlina. Markus menolak dan memperkosa marlina. Tetapi marlina kembali membunuh perampok yang bernama markus dengan sebilah parang memotong kepala markus.
Babak 2 dimulai dengan perjalanan marlina dengan terang-terang membawa kepala markus yang dibungkus kain dan sebuah parang. Ia ingin melapokan kejadian ini kepada polisi. di tengah jalan ia menumpang truk yang diisi lebih banyak pria. Dengan melihat kepala yang dibawa marlina sebagian pria itu turun hanya tinggal seorang perempuan hamil yang bernama novi dan seorang ibu dengan membawa 2 kuda. Selama perjalanan marlina tidak tenang karna ia di cari 2 orang perampok yang selamat dan ia juga merasa dibayang-bayangi markus. 2 kawanan perampok mencegat truk yang ditumpangi marlina. Dengan ditolong Novi, marlina berhasil melanjutkan perjalanan menggunakan seekor kuda.
Masuk ke babak 3 Marlina akhirnya sampai di kantor polisi. Tetapi disana ia harus menunggu lagi dimana para polisi mementingkan keasyikannya bermain tenis meja. akhirnya marlina bisa melaporkan kejadian tetapi hasilnya nihil malah ia yang disalahkan. Marlina akhir memutuskan pulang kerumahnya
Di babak 4 Setelah pulang dari perjalanan panjang marlina mengetahui novi ditawan oleh anak buah markus. Sisa perampok tersebut berkeinginan marlina mengembalikan kepala markus. Marlina pun mengembalikan kepalanya. dan suasananya hampir mirip dengan kejadian diawal tetapi ada yang berbeda dengan cara membunuhnya. Novi pun akhirnya melahirkan di rumah marlina.
Melihat dari posternya aku berfikir ini film yang bergenre dark thriller. Tetapi dugaan aku salah film ini tidak se dark dugaanku. Film banyak menyentil isu sosial di daerah yang tertinggal. Film yang mempunyai cerita sederhana tetapi sangat dapat membuat aku menonton nya menggelengkan kepala. Film yang hampir mirip film western dengan visualnya dan pemandangan indah negeri sumba. Film ini mempersiskan situasi di daerah itu dengan alat musik dan adat istiadat.
Film yang berbeda dari film-film indonesia biasanya. Film dengan ide cerita yang cerdas sekali dan menurut aku sebagai penyuka film tidak ada kekurangannya. Akting marsha timothy yang sangat berkualitas dan pemeran lainnya dapat diberi acungan jempol. apalagi akting pemeran markus yang tidak banyak dialog tetapi dapat menunjukan peran perampok yang bajingan. Best scene menurut aku ketika setelah membunuh marlina tersenyum ke kamera seolah-seolah dia mengatakan kepada penonton bila perempuan jangan dianggap remeh.
Film ini juga menyentil pemerintah dimana akses sarana dan prasarana yang masih kurang memadai di daerah bagian timur dan perlakuan polisi yang persis sekali dengan dunia nyata dimana si korban pemerkosaan malah yang merasa disalahkan. dan polisi juga menunda-nunda pekerjaannya bila ia mengetahui yang ingin melapor adalah orang yang tidak mempunyai kemewahan. Menurutku film ini sangat mewakili perempuan kebanyakan.




Komentar
Posting Komentar